Wahai Yang Maha Agung,
yang suara-Mu terdengar dalam angin berhembus
Engkau, yang nafas-Mu menjadikan bumi hidup
Dengarlah permohonankuHamba, satu dari ciptaan-Mu, menghadap Engkau
Hamba, yang kecil dan lemah
butuh kekuatan dan kebijaksanaan-MuPerjalankan hamba senantiasa dalam keindahan
Jadikan mataku tak pernah lupa indahnya lembayung surut mentari
Jadikan tanganku selalu menghargai apa yang telah Kau ciptakan
Jadikan telinga hamba tajam mendengar-Mu
Jadikan hamba bijak, agar hamba mengerti
ilmu yang kau ajarkan pada semua ciptaan-Mu :
Ilmu yang Engkau sematkan pada setiap helai dedaunan dan batuJadikan hamba kuat!
Bukan untuk bangga berjaya atas semua saudaraku,
tapi untuk bertarung
dengan lawan terbesarku:
Diriku sendiriJadikan hamba selalu siap untuk datang pada-Mu
dengan mata yang tegak memandang ke depan
Agar saat nafasku surut seperti terbenamnya matahari
Jiwaku bisa melangkah ke arah-Mu
tanpa merasa maluAminDo’a Suku Indian Sioux, terjemahan bahasa Inggris oleh Kepala Suku Yellow Lark (Lakota)Diterjemahkan oleh Herry Mardian,
terinspirasi dan diadaptasi dari terjemahan bebas Lucky G. Adhipurna dan dariteks asli.
Kamis, 18 April 2013
Doa Indian Sioux
Jumat, 30 Maret 2012
Pesan Imam Al-Ghazali
Wahai sobat renungkan pesan dari
Imam Al-Ghazali ketika berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau
memberikan pertanyaan teka-teki…
Imam Ghazali : “Apakah yang paling
dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Jumat, 16 Maret 2012
Sejarah Hidup Imam Al-Ghazali
Imam Al Ghazali, sebuah nama yang
tidak asing di telinga kaum muslimin. Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan
tasawuf. Memiliki pengaruh dan pemikiran yang telah menyebar ke seantero dunia
Islam. Ironisnya sejarah dan perjalanan hidupnya masih terasa asing. Kebanyakan
kaum muslimin belum mengerti. Berikut adalah sebagian sisi kehidupannya.
Sehingga setiap kaum muslimin yang mengikutinya, hendaknya mengambil hikmah
dari sejarah hidup beliau.
Rabu, 14 Maret 2012
Wasiat Imam Al-Ghazali
Perlu di ketahui, ibadah tanpa ilmu dan ma’rifat tidak ada artinya. Karena dalam menjalankannya, seseorang harus tahu benar apa yang dikerjakannya. Kemudian, tidak dapat tidak harus meniti tahapan itu, jika tidak ingin mendapat celaka. Artinya, harus belajar mengaji guna dapat beribadah dan menempuhnya dengan sebenar benarnya, kemudian merenungkan dan memikirkan bukti buktinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

