Sabtu, 14 September 2013

Selasa 3 september 2013

Malam ini aku sendiri di kosan tepatnya di semanggi. Mulai terlintas di pikiranku, kalau aku ini sudah dewasa. Dulu aku pernah bercita cita ingin membahagiakan orang tuaku, itu adalah sepuluh tahun yang silam. Sekarang aku sudah berumur dua puluh delapan tahun, namun masih banyak kejelekan kejelekanku sepuluh tahun silam belum juga berubah menjadi kebaikan dan bahkan bertambah kejelekan kejelekan itu bahkan meningkat pula level kejelekan itu. Dalam keyakinanku ada dua kehidupan untuk manusia yaitu kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Sekarang aku masih hidup di dunia. Namun kalau kita percaya kehidupan akhirat maka kehidupan di dunialah yang menjadikan itu ada jadi jika ingin baik hidup di akhirat maka harus baik hidup di dunia. Jadi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat sangatlah berkaitan karena kehidupan dunia adalah jaminan kehidupan di akhirat. Masalahnya kehidupanku di dunia ini buruk jadi dapat di pastikan kehidupan di akhirt nanti pasti akan buruk juga. Kadang aku sadari untuk merubah kehidupan di dunia penuh dengan kebaikan namun terasa berat, karena memang berat, ya mungkin karena aku memang bodoh dan psimis melihat kejelekan kejelekanku.

Kamis, 18 April 2013

Doa Indian Sioux

Wahai Yang Maha Agung,
yang suara-Mu terdengar dalam angin berhembus
Engkau, yang nafas-Mu menjadikan bumi hidup
Dengarlah permohonanku
Hamba, satu dari ciptaan-Mu, menghadap Engkau
Hamba, yang kecil dan lemah
butuh kekuatan dan kebijaksanaan-Mu
Perjalankan hamba senantiasa dalam keindahan
Jadikan mataku tak pernah lupa indahnya lembayung surut mentari
Jadikan tanganku selalu menghargai apa yang telah Kau ciptakan
Jadikan telinga hamba tajam mendengar-Mu
Jadikan hamba bijak, agar hamba mengerti
ilmu yang kau ajarkan pada semua ciptaan-Mu :
Ilmu yang Engkau sematkan pada setiap helai dedaunan dan batu
Jadikan hamba kuat!
Bukan untuk bangga berjaya atas semua saudaraku,
tapi untuk bertarung
dengan lawan terbesarku: 

Diriku sendiri
Jadikan hamba selalu siap untuk datang pada-Mu
dengan mata yang tegak memandang ke depan
Agar saat nafasku surut seperti terbenamnya matahari
Jiwaku bisa melangkah ke arah-Mu
tanpa merasa malu
Amin
Do’a Suku Indian Sioux, terjemahan bahasa Inggris oleh Kepala Suku Yellow Lark (Lakota)
Diterjemahkan oleh Herry Mardian,
terinspirasi dan diadaptasi dari terjemahan bebas Lucky G. Adhipurna dan dariteks asli.